Your message has been sent, you will be contacted soon

Call Me Now!

Tutup

DIBALIK IKHLAS KETIKA BERQURBAN

  • Array

SMK PLUS NU—BerQurban merupakan perintah Allah SWT. Perintah yang sudah dilaksanakan sejak jaman Nabi Adam AS tentu memiliki hikmah luar biasa bagi orang-orang yang bertakwa.  SMK Plus NU tak luput dalam ibadah yang juga datang pada nabi ke lima, Ibrahim SAW dalam usia ke-100 tahunnya.

Alhamdulilah, proses penyembelihan sampai dihantarkannya daging qurban berjalan lancar. Seluruh civitas akademika turut andil dalam acara yang dimulai pukul 06.00 wib. Diawali dengan pemotongan hewan yang dipimpim langsung oleh H. Muh. Hadi Mulyono sebagai Koordinator Guru-guru agama sekaligus ketua pelaksana kegiatan peringatan Qurban. Seluruh dewan guru dibantu OSIS Periode 2018-2019 terlihat semangat menimbang dan mengemasi daging Qurban.

“Alhamdulilah, yang disembelih satu ekor sapi. Patungan dari beberapa guru dan juga siswa. Dari satu ekor itu berhasil mengepak 300 paket. Jumlah ini sudah termasuk paket yang dibagikan intern. Total yang dikeluarkan sekitar 150 paket. Satu paket ini beratnya sekitar 1/2Kg daging dengan sedikit tulangnya. insyaAllah sebelum Dhuhur paket-paket ini akan dibagikan ke luar dan masyarakat sekitar.” Ujar Pak Hadi, disela-sela kesibukannya.

Ditanya mengenai perintah berQurban, bapak dua anak ini menjelaskan keutamakan iklas dalam ibadah ini. Keiklasan Nabi Ibrahim menjadi bukti ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan yang patut kita teladani sebagai muslim. Keiklasan yang diperoleh dari rasa syukur mendalam. Sebab berQurban merupakan bentuk tanda syukur. Syukur kita kepada Allah SWT. Sebab dari rahmat dan karuniaNya, kita semua diberi kelapangan rezeki. Rezei ini yang patutnya kita syukuri dalam wujud berbagi kepada sesama.

 Kita paham, tidak semua orang mampu mengonsumsi daging. Keiklasan ini yang melepaskan kita dari sifat duniawi, sifat yang paling disukai. Seperti kisah Nabi Ibrahim AS yang merindukan datangnya buah hati selama bertahun-tahun namun ketika dikarunia, justru Allah SWT memintanya. Kisah ini adalah tanda bahwa Allah SWT pemilik. Hal ini mengingatkan kita bahwa apapun yang ada pada kita hanyalah titipan-Nya dan suatu saat akan kembali kepada-Nya lagi. (*Ramadhan R)

Leave a Comment